Sejarah Valentine days dan Pendangan menurut Islam bagaimana ?

Sejarah Valentine days dan Pendangan menurut Islam bagaimana ?

Sesungguhnya, belum ada kesepakatan final di antara para sejarawan ihwal apa yang sebenarnya terjadi yang kemudian diperingati sebagai hari valentine. dalam buku ‘valentine day, natal, happy new year, april mop, sejarah valentine day dikupas secara mendetail dan inilah salinannya:

Ada banyak versi mengenai asal dari perayaan hari valentine ini yang paling populer memang kisah dari santo valentinus yang diyakini hidup pada masa kaisar claudius ii yang kemudian menemui ajal pada tanggal 14 februari 269 m.


islam melarang valentine
Namun ini pun ada beberapa versi yang terang dan tidak memiliki silang pendapat merupakan jikalau kita menelisik lebih jauh lagi ke dalam tradisi paganisme (tuhan-dewi) romawi kuno, sesuatu yang dipenuhi dengan legenda, mitos, dan penyembahan berhala.

Menurut pandangan tradisi roma kuno, pertengahan bulan februari memang sudah dikenal sebagai periode cinta dan kesuburan. Dalam tarikh kalender athena kuno, periode antara pertengahan januari dengan pertengahan februari disebut sebagai bulan gamelion, yang dipersembahkan kepada pernikahan suci tuhan zeus dan hera.

Di roma kuno, 15 februari dikenal sebagai hari raya lupercalia, yang merujuk kepada nama salah satu tuhan bernama lupercus, sang tuhan kesuburan.
Tuhan ini digambarkan sebagai laki-laki yang setengah telanjang dan berpakaian kulit kambing.

Di zaman roma kuno, para pendeta tiap tanggal 15 februari akan merayakan ritual penyembahan kepada tuhan lupercus dengan mempersembahkan korban berupa kambing kepada sang tuhan.
Setelah itu mereka minum anggur dan akan lari-lari di jalan-jalan dalam kota roma sambil membawa potongan-potongan kulit domba dan menyentuh siapa pun yang mereka jumpai.
Para perempuan belia akan berebut untuk disentuh kulit kambing itu sebab mereka percaya bahwa sentuhan kulit kambing tersebut akan mampu mendatangkan kesuburan bagi mereka. sesuatu yang sangat dibanggakan di roma kala itu.

Perayaan lupercalia merupakan rangkaian upacara pensucian di masa romawi kuno yang berpribadi antara tanggal 13-18 februari, di mana pada tanggal 15 februari mencapai puncaknya. dua hari pertama (13-14 februari), dipersembahkan untuk dewi cinta (queen of feverish love) bernama juno februata.

Pada hari ini, para pebelia berkumpul dan mengundi nama-nama gadis di dalam sebuah kotak. lalu setiap pebelia dipersilakan mengambil nama secara tak terencana. gadis yang namanya ke luar harus menjadi kekasihnya selama setahun penuh untuk bersenang-senang dan menjadi obyek hiburan sang pebelia yang memilihnya.

Keesokan harinya, 15 februari, mereka ke kuil untuk meminta perlindungan tuhan lupercalia dari gangguan serigala. selama upprogram ini, para lelaki belia melecut gadis-gadis dengan kulit binatang. para perempuann itu berebutan untuk mampu mendapat lecutan sebab menganggap bahwa kian banyak mendapat lecutan maka mereka akan bertambah rupawan dan subur.

Ketika agama kristen katolik masuk roma, mereka mengadopsi upprogram paganisme (berhala) ini dan mewarnainya dengan nuansa kristiani. antara lain mereka mengganti nama-nama gadis dengan nama-nama paus atau pastor. di antara pendukungnya merupakan kaisar konstantine dan paus gregory i.

Agar lebih mendekatkan lagi pada ajaran Kristen, pada 496 M Paus Gelasius I menjadikan upacara Romawi Kuno ini menjadi Hari Perayaan Gereja dengan nama Saint Valentine’s Day untuk menghormati Santo Valentine yang kebetulan meninggal pada tanggal 14 Februari.


Tentang siapa sesungguhnya santo valentinus sendiri, mirip telah disinggung di muka, para sejarawan masih berbeda pendapat dan saat ini sekurangnya ada tiga nama valentine yang meninggal pada 14 februari.

Seorang di antaranya dilukiskan sebagai orang yang mati pada masa romawi. namun ini pun tidak pernah ada penterangan yang detil siapa sesungguhnya “st. valentine” termaksud, juga dengan kisahnya yang tidak pernah diketahui ujung-pangkalnya sebab tiap sumber mengisahkan cerita yang berbeda.

Menurut versi pertama, kaisar claudius ii yang memerintahkan kerajaan roma berang dan memerintahkan agar menangkap dan memenjminuman beralkoholan santo valentine sebab ia dengan berani menyatakan tuhannya merupakan isa al-masih, sembari menolak menyembah tuhan-tuhannya orang romawi.
Orang-orang yang bersimpati pada santo valentine lalu menulis surat dan menaruhnya di terali penjaranya.

Versi kedua menceritakan, kaisar claudius ii menganggap tentara belia bujangan lebih sabar dan kuat di dalam medan peperangan daripada orang yang menikah. sebab itu kaisar lalu melarang para pebelia yang menjadi tentara untuk menikah.
Tindakan kaisar ini membisu-membisu mendapat ihwalan dari santo valentine dan ia secara membisu-membisu pula menikahkan banyak pebelia sampai ia ketahuan dan ditangkap. kaisar cladius memutuskan hukuman gantung bagi santo valentine.
Eksekusi dilaksanakan pada tanggal 14 februari 269 m.

Dikutip dari berbagai sumber .

Setelah dirasa, kisah / sejarah dari valentine days ini sepertinya masih membuat ambigu kita dan kenyataanya belum dapat di telan langsung oleh pikiran, mana yang benar mengenai cerita tersebut .

Setelah kita telah mengerti sejarah dari valentine days, bagaimana dengan pandangan islam mengenai perayaan hari valentine days yang dimana banyak anak muda bahkan remaja ikut merayakanya ? biasanya memberi coklat pada kekasihnya .

Pandangan islam mengenai hari valentine days

Sebagai seorang muslim, apakah kita akan melaksanakan hal yang diluar kaidah islam ?

Mulailah kita merenungkan firman Allah :
 " Dan janglah kamu megikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggung jawabnya " Surah Al-Isra : 36 .

Oleh karena itu islam sangatlah melarang kepercayaan yang mendorong/mengikut suatu kepercayaan lain  .

Seperti firman allah pada surah Al imran ayat 85 ( “Barangsiapa yang mencari agama selain agama Islam, maka sekali-sekali tidaklah diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi” ).

Valentine jelas-jelas bukan bersumber dari Islam, melainkan bersumber dari rekaan fikiran manusia yang diteruskan oleh pihak gereja. Oleh kerana itu lah , berpegang kepada akal rasional manusia semata-mata, tetapi jika tidak berdasarkan kepada Islam(Allah), maka ia akan tertolak.

Sebagai generasi muda Islam yang baik, tidak seharusnya kita terjebak dengan budaya-budaya barat yang sangat bertentangan dengan nilai-nilai ajaran Islam yang luhur. Valentine day merupakan salah satu bentuk budaya asing, yang asal-usulnya tidak memiliki hubungan dengan akar sejarah para Rasul-rasul dan sistem ajaran agama-agama hanif (Islam). Jika demikian halnya, sudah sepantasnya kita, tidak ikut-ikutan apalagi sampai berlarut untuk turut merayakannya.

Referensi :
http://tanbihul_ghafilin.tripod.com/valentineday.htm
http://www.lpi-hidayatullah.or.id/berita-168-merayakan-hari-valentine-dalam-pandangan-islam.html
https://www.facebook.com/notes/info-jakarta-online/merayakan-valentine-day-haram-bagi-umat-islam-loh-klik-disini-dan-sebarkan/10150163647804913/


Selanjutnya
« Sebelumnya
Sebelumnya
Post Selenjutnya »

Please enable Javascript![ ? ]